7 Penyebab Lemak Perut Terbentuk

 

Coba lihat perut Anda, apakah ada timbunan lemak di sana? Setiap orang bisa mempunyai lemak perut, tak terkecuali orang kurus. Tak heran, banyak orang berlomba-lomba untuk menghilangkan lemak perutnya dan mendapatkan perut yang ramping, termasuk orang yang kurus. Segala cara dilakukan, seperti olahraga, untuk mendapatkannya. Namun, tahukah Anda apa yang menyebabkan penimbunan lemak di perut?

Kenapa lemak perut lebih berbahaya dari lemak lain?

Lemak perut atau juga disebut lemak viseral merupakan lemak yang menumpuk di ruang antara organ Anda, seperti lambung, hati, dan usus. Lemak ini berfungsi untuk melindungi organ-organ penting dalam perut Anda. Namun, terlalu banyak penumpukan lemak viseral juga tidak baik bagi kesehatan.

Mengapa? Lemak viseral menghasilkan racun yang dapat memengaruhi cara kerja tubuh, seperti senyawa sitokin. Pelepasan sitokin yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Penyakit Jantung, Diabetes dan Kanker Tertentu (seperti kanker usus besar, esofagus, dan Pankreas)

Apa yang menyebabkan tubuh menimbun lemak di perut?

Orang gemuk maupun orang kurus dapat mempunyai lemak viseral berlebih dalam perut mereka. Ini tentu tidak baik bagi kesehatan. Beberapa hal dapat menjadi alasan mengapa Anda mempunyai lemak perut atau viseral yang berlebihan.

1. Berat badan berlebih

Semakin besar berat badan Anda tentu semakin banyak juga penimbunan lemak di perut Anda. Kelebihna berat badan

disebabkan oleh kalori yang lebih banyak masuk ke dalam tubuh daripada kalori yang keluar. Makan terlalu banyak dan aktivitas fisik yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kelebihan berat badan.

2. Penuaan (menopause)

Semakin tua usia Anda, maka semakin berkurang massa otot Anda dan semakin banyak lemak dalam tubuh Anda, termasuk lemak perut. Massa otot yang berkurang membuat tubuh Anda lebih sedikit membakar kalori, sehingga lebih sulit untuk Anda mempertahankan berat badan normal. Ini mengapa biasanya orang yang sudah berumur lebih mudah gemuk.

Selain itu, penurunan hormon estrogen saat memasuki usia menopause juga dapat memengaruhi pendistribusian lemak dalam tubuh. Kadar hormon estrogen yang turun drastis saat menopause dapat menyebabkan lemak disimpan di perut, bukan di pinggul atau paha. Beberapa wanita mungkin mempunyai lebih banyak lemak perut pada saat ini. Hal ini bisa disebabkan oleh genetika dan juga usia menopause Anda.

3. Genetik

Bagaimana cara tubuh menyimpan lemak dapat dipengaruhi oleh genetik. Gen yang mengatur kortisol dan leptin, yang mengatur asupan kalori dan berat badan, dapat bertanggung jawab terhadap penyimpanan lemak dalam tubuh.

4. Kurang gerak

Kalori yang masuk harus sama dengan kalori yang keluar jika ingin mempunyai berat badan normal. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang keluar, tentu berat badan Anda akan naik. Hal ini dapat terjadi ketika Anda kurang aktif bergerak. Penelitian membuktikan bahwa wanita yang menonton TV lebih dari tiga jam per hari memiliki risiko obesitas pada perut lebih besar (hampir dua kali) dibandingkan wanita yang menonton TV kurang dari satu jam per hari.

5. Stres

Saat stres, tubuh melepaskan hormon stres (seperti hormon kortisol) untuk membantu tubuh dalam mengatasi stres. Namun, hormon kortisol ternyata dapat menyebabkan kenaikan berat badan saat diproduksi berlebihan dalam tubuh. Saat Anda makan berlebihan untuk mengatasi stres, kelebihan kalori ini lebih banyak disimpan di daerah sekitar perut. Hal ini tak lepas dari peran kortisol.

6. Kurang tidur

Kurang tidur dapat membuat Anda lebih berisiko untuk mengalami kenaikan berat badan berlebih, sehingga Anda lebih mungkin mempunyai banyak lemak perut. Selain kurang tidur, gangguan tidur, seperti sleep apnea, juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini mungkin disebabkan karena saat Anda kurang tidur, Anda lebih mungkin untuk makan makanan yang tidak sehat.

7. Kebiasaan makan buruk

Banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak (terutama lemak trans) dapat menyebabkan penumpukan lemak perut berlebihan. Asupan protein dan serat harian yang rendah juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kenaikan berat badan. Hal ini karena asupan protein dan serat yang cukup dapat membantu Anda mengontrol nafsu makan dan melancarkan pencernaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *